Tragedi Penerbangan 574

【印尼电影】
Tragedi Penerbangan 574 (DVD) 印尼电影
  • Tragedi Penerbangan 574 image 1
  • Tragedi Penerbangan 574 image 2
CNY ¥56.05

CNY ¥49.40

添加到购物车

Tragedi Penerbangan 574

Tragedi Penerbangan 574

  • 视 频
  • PAL
  • 音 频
  • 印度尼西亚语
  • 字 幕
  • 英文, 马来文
  • 光碟
  • DVD 光碟
  • 区码
  • Region All
CNY ¥56.05   CNY ¥49.40    添加到购物车

  • 商品名称 : Tragedi Penerbangan 574
  • 类型 : 恐怖
  • 上映 / 播送日 : 2012年
  • 上架日 : 2013年06月03日
  • 片数 : 1 片
  • 重量 : 150(g)
  • 制作国家 : Indonesia

  • 剧情介绍
  • Four teenagers are on a holiday in Surabaya, when one of them becomes a victim to a ghost called Gundul Pringis. Tania is killed in a coconut plantation owned by Dini’s grandmother. Dini, Gustav and Siwa survived the accident. They intend to fly Tania’s body back to Manado, her parent’s hometown. They boarded Flight 574, a commercial aircraft rented by Tania’s family.

    Johan, a businessman who murdered his wife after he was caught cheating with his secretary also boarded the flight. The journey from Surabaya to Manado is marred by terror after terror on the plane.

    Apart from the spirit of Johan’s wife who wanted revenge, the Gundul Pringis also boards the plane. One by one, casualties mount up, until the plane crashes into the ocean. Air traffic control has difficulty in tracking where the plane sinks. When a fishing boat found debris ruins of the plane, they seemed not to realize that the terror is apparently not finished


    Empat orang remaja yang sedang berlibur ke sebuah tempat di Surabaya harus menghadapi kenyataan, salah satu teman mereka menjadi korban hantu kepala gelinding atau disebut Gundul Pringis. Hantu berwujud kepala manusia yang menyeringai itu membantai Tania di perkebunan kelapa milik nenek Dini, sementara Dini, Gustav dan Siwa selamat. Mereka lalu bermaksud menerbangkan jasad Tania pulang ke Manado, tempat orang tuanya. Mereka mencarter sebuah pesawat komersial atas tanggungan orang tua Tania.

    Johan, seorang pengusaha yang membantai isterinya, kerana kepergok selingkuh dengan Miranti, sekertarisnya, kebetulan ikut dalam penerbangan itu. Penerbangan Surabaya - Manado itu tidak berjalan wajar, teror demi teror terjadi dalam pesawat.

    Selain arwah isteri Johan menuntut balas, ternyata Gundul Pringis ikut pula terbawa dalam pesawat. Satu persatu korban berjatuhan, hingga pesawat berisi teror itu pun jatuh tenggelam di lautan.

    Air traffic control sulit melacak tenggelamnya pesawat 574 itu dan Sulit dipastikan ada yang selamat...namun tatkala kapal nelayan menemukan puing-puing reruntuhan, mereka seperti tak sadar, bahwa teror itu ternyata belum selesai!

  • 剧情介绍
  • Four teenagers are on a holiday in Surabaya, when one of them becomes a victim to a ghost called Gundul Pringis. Tania is killed in a coconut plantation owned by Dini’s grandmother. Dini, Gustav and Siwa survived the accident. They intend to fly Tania’s body back to Manado, her parent’s hometown. They boarded Flight 574, a commercial aircraft rented by Tania’s family.

    Johan, a businessman who murdered his wife after he was caught cheating with his secretary also boarded the flight. The journey from Surabaya to Manado is marred by terror after terror on the plane.

    Apart from the spirit of Johan’s wife who wanted revenge, the Gundul Pringis also boards the plane. One by one, casualties mount up, until the plane crashes into the ocean. Air traffic control has difficulty in tracking where the plane sinks. When a fishing boat found debris ruins of the plane, they seemed not to realize that the terror is apparently not finished


    Empat orang remaja yang sedang berlibur ke sebuah tempat di Surabaya harus menghadapi kenyataan, salah satu teman mereka menjadi korban hantu kepala gelinding atau disebut Gundul Pringis. Hantu berwujud kepala manusia yang menyeringai itu membantai Tania di perkebunan kelapa milik nenek Dini, sementara Dini, Gustav dan Siwa selamat. Mereka lalu bermaksud menerbangkan jasad Tania pulang ke Manado, tempat orang tuanya. Mereka mencarter sebuah pesawat komersial atas tanggungan orang tua Tania.

    Johan, seorang pengusaha yang membantai isterinya, kerana kepergok selingkuh dengan Miranti, sekertarisnya, kebetulan ikut dalam penerbangan itu. Penerbangan Surabaya - Manado itu tidak berjalan wajar, teror demi teror terjadi dalam pesawat.

    Selain arwah isteri Johan menuntut balas, ternyata Gundul Pringis ikut pula terbawa dalam pesawat. Satu persatu korban berjatuhan, hingga pesawat berisi teror itu pun jatuh tenggelam di lautan.

    Air traffic control sulit melacak tenggelamnya pesawat 574 itu dan Sulit dipastikan ada yang selamat...namun tatkala kapal nelayan menemukan puing-puing reruntuhan, mereka seperti tak sadar, bahwa teror itu ternyata belum selesai!